
Jakarta – Sejumlah makanan sering mendapat cap kurang sehat karena mengandung lemak, karbohidrat, kolesterol, atau gluten. Namun, menurut para ahli gizi, anggapan tersebut tidak selalu tepat. Selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, beberapa makanan ini justru dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.
Perkembangan riset di bidang nutrisi menunjukkan bahwa nilai gizi suatu makanan tidak bisa dinilai hanya dari satu kandungan tertentu. Cara pengolahan, porsi, dan pola makan secara keseluruhan juga berpengaruh terhadap manfaatnya.
Mengutip Real Simple (4/5), berikut enam makanan yang kerap disalahpahami tetapi tetap layak masuk dalam menu harian.
1. Makanan beku
Frozen food tidak selalu identik dengan makanan olahan tinggi kalori. Buah dan sayuran beku umumnya diproses saat berada pada tingkat kematangan terbaik sehingga vitamin dan mineralnya tetap terjaga.
Ahli gizi Jennifer Patzkowsky menyarankan memilih produk yang rendah natrium serta menghindari sayuran beku yang sudah dicampur saus tinggi garam agar manfaat gizinya tetap optimal.
2. Makanan sumber karbohidrat
Kentang, oat, maupun sayuran berpati sering dihindari karena dianggap tinggi karbohidrat. Padahal, karbohidrat merupakan bahan bakar utama yang dibutuhkan otak, ginjal, dan otot agar dapat bekerja dengan baik.
Menurut ahli gizi Mackenzie Dewsnap, makanan tinggi karbohidrat juga banyak mengandung serat yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.
3. Makanan yang mengandung gluten
Gluten merupakan protein alami yang terdapat pada gandum, barley, dan rye. Kandungan ini berfungsi memberikan tekstur elastis pada roti, pasta, dan berbagai produk berbahan tepung.
Ahli gizi Rachel Caine, MS, RD, LDN, menjelaskan bahwa gluten hanya perlu dihindari oleh penderita penyakit celiac, alergi gandum, atau intoleransi gluten. Bagi kebanyakan orang, makanan berbahan gandum utuh tetap menjadi sumber serat dan nutrisi yang baik.
4. Telur
Selama bertahun-tahun telur dianggap kurang baik karena mengandung kolesterol. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolesterol dalam makanan tidak selalu berdampak langsung terhadap kadar kolesterol dalam darah.
Menurut ahli gizi Alexandra Lewis, RD, LDN, telur juga mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin, mineral, dan lemak sehat yang bermanfaat bagi tubuh jika dikonsumsi sesuai kebutuhan.
5. Kopi
Minuman berkafein ini kerap dipandang negatif, padahal konsumsi kopi dalam jumlah wajar dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan.
Ahli gizi Juliana Dewsnap, RD, LDN, CPT, mengatakan kopi mengandung vitamin B dan dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. Meski begitu, manfaatnya dapat berkurang jika ditambah sirup, gula berlebihan, mentega, atau bahan tinggi kalori lainnya.
6. Produk susu
Susu dan produk olahannya sering dihindari karena kandungan lemaknya. Padahal, makanan ini merupakan sumber protein, vitamin D, kalium, serta magnesium yang penting untuk menjaga kesehatan tulang dan otot.
Rachel Caine menambahkan bahwa orang dengan intoleransi laktosa masih dapat mengonsumsi beberapa produk susu fermentasi atau keju yang telah melalui proses pematangan. Konsumsi produk susu dalam jumlah yang sesuai juga dikaitkan dengan kesehatan jantung serta membantu menjaga berat badan.
