
Jakarta – Ikan kembung dan salmon termasuk dua jenis ikan yang sama-sama populer sebagai sumber protein. Meski keduanya dikenal kaya nutrisi, masing-masing memiliki kandungan gizi yang berbeda sehingga sering memunculkan pertanyaan, mana yang lebih baik untuk kesehatan?
Selain rasanya yang lezat, kedua ikan ini juga mudah diolah menjadi beragam menu. Namun, jika dibandingkan dari sisi kandungan nutrisi maupun harga, keduanya memiliki keunggulan masing-masing.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut perbedaan ikan kembung dan salmon beserta kandungan gizinya.
1. Ikan Kembung
Ikan kembung merupakan ikan pelagis yang hidup bergerombol di perairan dekat permukaan laut. Makanan utamanya berupa fitoplankton dan zooplankton, serta organisme mikroskopis lainnya yang hidup di laut.
Secara fisik, ikan ini memiliki tubuh berwarna perak dengan bagian punggung hijau kebiruan dan dihiasi bintik-bintik gelap. Kembung masih termasuk dalam keluarga makarel dan menjadi salah satu ikan laut yang paling mudah ditemukan di Indonesia.
Harganya pun relatif terjangkau, umumnya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp60.000 per kilogram, bergantung pada ukuran dan jenisnya. Dagingnya berwarna putih, bertekstur padat namun lembut setelah dimasak, serta memiliki cita rasa gurih yang cocok diolah menjadi aneka hidangan.
2. Kandungan Gizi Ikan Kembung
Ikan kembung dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Dalam setiap 100 gram, ikan ini mengandung sekitar 19,2-21,3 gram protein, 2,6 gram asam lemak omega-3, 167 kilokalori energi, 64 miligram kolesterol, serta sekitar 0,9 miligram zat besi.
Selain itu, ikan kembung juga kaya vitamin D serta berbagai mineral penting seperti selenium, yodium, dan fosfor.
Kombinasi protein dan omega-3 tersebut bermanfaat membantu menjaga kesehatan jantung, mendukung pembentukan massa otot, memberikan rasa kenyang lebih lama, hingga membantu menjaga kesehatan kulit. Kandungan vitamin B12 dan zat besinya juga berperan dalam produksi energi tubuh.
3. Ikan Salmon
Salmon merupakan ikan dari keluarga Salmonidae yang banyak ditemukan di Samudra Atlantik dan Pasifik. Ikan ini dikenal sebagai spesies yang bermigrasi ke perairan tawar untuk berkembang biak.
Berbeda dari kebanyakan ikan laut, salmon memiliki daging berwarna oranye kemerahan dengan garis-garis lemak putih yang khas. Teksturnya padat, lembut, dan juicy dengan rasa gurih yang kaya tanpa aroma amis yang terlalu kuat.
Di Indonesia, salmon termasuk kategori ikan premium. Harganya umumnya dimulai dari sekitar Rp100.000 per kilogram atau bahkan lebih, tergantung jenis dan kualitasnya.
4. Kandungan Gizi Ikan Salmon
Dalam 100 gram salmon terdapat sekitar 21,62 gram protein, 1,4 gram omega-3, 5,93 gram lemak, 45 miligram kolesterol, 146 kilokalori energi, dan sekitar 0,77 miligram zat besi.
Salmon juga mengandung beragam vitamin B, seperti vitamin B6, niasin, dan vitamin B12, serta vitamin D yang penting bagi kesehatan tulang dan daya tahan tubuh.
Tak hanya itu, kandungan vitamin A, folat, protein, dan omega-3 di dalam salmon turut mendukung kesehatan kulit, membantu menjaga kekuatan rambut, serta berperan dalam sistem kekebalan tubuh.
5. Mana yang Lebih Baik?
Baik ikan kembung maupun salmon sama-sama menawarkan manfaat kesehatan berkat kandungan protein dan omega-3 yang dimilikinya. Namun, jika dibandingkan berdasarkan beberapa data kandungan gizi, ikan kembung memiliki kadar omega-3 yang lebih tinggi per 100 gram dibandingkan salmon.
Dari sisi harga dan kemudahan mendapatkannya, ikan kembung juga lebih unggul karena jauh lebih ekonomis dan tersedia luas di pasar tradisional maupun supermarket.
Selain itu, ikan kembung mudah diolah menjadi berbagai menu, mulai dari digoreng, dibakar, dibuat pepes, hingga dimasak kuah asam. Sementara salmon lebih sering disajikan sebagai steak, dipanggang, atau diolah menjadi hidangan khas Jepang maupun Barat.
Meski demikian, keduanya tetap merupakan pilihan sumber protein yang baik. Pemilihan ikan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan gizi, selera, serta anggaran masing-masing.
