
Jakarta – Bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi gula, pemanis alternatif kerap menjadi pilihan. Salah satunya allulosa yang disebut memiliki karakteristik berbeda dari gula pasir dan dinilai lebih bersahabat terhadap kadar gula darah.
Rasa manis memang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Gula dibutuhkan tubuh sebagai salah satu sumber energi, tetapi konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menjadi perhatian, terutama bagi orang yang sedang menjaga pola makan maupun kadar gula darah.
Karena alasan tersebut, berbagai pemanis pengganti gula mulai banyak digunakan. Stevia menjadi salah satu yang cukup populer, tetapi ternyata ada alternatif lain yang mendapat perhatian dari dokter.
Dikutip dari Hindustan Times, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr Alok Chopra menyebut allulosa sebagai salah satu pemanis yang menarik untuk dipertimbangkan. Menurutnya, jenis pemanis ini tidak menyebabkan peningkatan gula darah maupun insulin secara signifikan.
Melalui unggahannya di Instagram, Dr Chopra juga menjelaskan bahwa rasa allulosa relatif menyerupai gula pasir. Karakteristik tersebut membuatnya berpotensi menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengurangi penggunaan gula tanpa kehilangan rasa manis.
“Allulosa adalah pemanis alternatif langka yang tidak memicu gula darah maupun kadar insulin, sehingga membuatnya menjadi pilihan yang menjanjikan pada pasien diabetes atau kondisi resistensi insulin,” tulisnya.
Diserap dengan Cara Berbeda
Allulosa memiliki mekanisme pencernaan yang berbeda dibandingkan gula biasa. Sekitar 70% allulosa yang dikonsumsi disebut dapat diserap ke dalam aliran darah, kemudian dikeluarkan kembali melalui urine.
Pemanis ini juga memiliki kandungan kalori yang sangat rendah. Dalam setiap gram allulosa hanya terdapat sekitar 0,2-0,4 kalori, sehingga jumlah energinya jauh lebih kecil dibandingkan gula pasir.
Karakteristik lainnya adalah pengaruhnya terhadap gula darah. Allulosa disebut tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin seperti yang dapat terjadi setelah mengonsumsi gula biasa.
Beberapa penelitian juga mulai melihat potensi allulosa dalam membantu proses metabolisme dan pembakaran lemak. Namun, manfaat tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat.
Ada Secara Alami dalam Beberapa Makanan
Walaupun tergolong pemanis alternatif yang masih relatif baru dikenal, allulosa sebenarnya dapat ditemukan secara alami dalam jumlah kecil pada sejumlah bahan makanan.
Beberapa di antaranya adalah gandum, buah tin, kismis, molases, sirup maple, nangka, dan kiwi.
Allulosa juga dapat digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman, termasuk jus, karamel, serta kopi. Untuk kebutuhan industri, allulosa umumnya diproduksi menggunakan proses enzimatis yang mengubah fruktosa menjadi allulosa.
Metode tersebut membuat produksi allulosa dalam jumlah besar menjadi lebih memungkinkan dibandingkan hanya mengandalkan sumber alaminya.
Belum Sepenuhnya Diterima di Semua Negara
Meski memiliki sejumlah keunggulan, allulosa masih menghadapi perdebatan mengenai keamanan dan manfaat jangka panjangnya.
Salah satu alasannya adalah penelitian mengenai pemanis ini belum sebanyak pemanis alternatif lain. Karena bukti ilmiahnya masih berkembang, penerimaan terhadap allulosa pun berbeda-beda di setiap negara.
Kanada, misalnya, termasuk negara yang tidak mengizinkan penjualan allulosa karena masih terdapat kekhawatiran mengenai dampak jangka panjangnya.
Dengan demikian, allulosa memang memiliki potensi sebagai alternatif gula dengan kalori rendah dan efek yang lebih kecil terhadap gula darah. Namun, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan keamanan serta manfaatnya dalam penggunaan jangka panjang.
