
Jakarta – Jepang dikenal memiliki beragam minuman tradisional yang dibuat dari bahan alami. Selain menyegarkan, sejumlah minuman seperti teh hijau hingga amazake juga kerap dikaitkan dengan metabolisme dan pengelolaan berat badan.
Saat sedang berusaha menurunkan berat badan, bukan hanya makanan yang perlu diperhatikan. Minuman yang dikonsumsi sehari-hari juga sebaiknya dipilih dengan cermat, terutama yang rendah kalori dan tidak mengandung banyak gula tambahan.
Beberapa minuman khas Jepang mengandung antioksidan, mineral, maupun senyawa lain yang dapat mendukung proses metabolisme dan kesehatan pencernaan. Dilansir dari Times of India, berikut tujuh minuman yang bisa menjadi pilihan saat menjalani pola hidup sehat:
1. Teh Hijau
Ryokucha atau teh hijau merupakan salah satu minuman yang sangat populer di Jepang. Rasanya ringan dengan aroma khas dan dapat dikonsumsi tanpa tambahan gula.
Teh hijau kaya katekin, yaitu senyawa antioksidan yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan peningkatan pengeluaran energi dan proses pembakaran lemak.
Bagi yang sedang menjalani diet, teh hijau bisa dikonsumsi sekitar 2-3 cangkir sehari dengan tetap memperhatikan toleransi tubuh terhadap kafein.
2. Matcha
Berbeda dari teh hijau biasa, matcha dibuat dengan menggiling daun teh hingga menjadi bubuk halus. Minuman ini juga dikenal memiliki kandungan EGCG yang cukup tinggi.
Senyawa tersebut banyak diteliti karena potensinya dalam mendukung metabolisme dan penggunaan energi tubuh. Matcha dapat dinikmati pada pagi hari sebagai alternatif minuman berkafein selain kopi.
Namun, sebaiknya hindari menambahkan terlalu banyak gula atau sirup agar kalorinya tetap terkendali.
3. Teh Kombu
Teh kombu dibuat menggunakan rumput laut jenis kelp yang dikenal kaya mineral. Minuman ini dapat menjadi pilihan bagi yang ingin mencoba minuman tradisional Jepang dengan cita rasa berbeda.
Kandungan mineral seperti iodin berperan dalam mendukung fungsi tiroid yang berkaitan dengan metabolisme. Teh kombu juga kerap dikonsumsi untuk membantu pencernaan dan mengurangi rasa kembung.
Minuman ini dapat disajikan hangat maupun dingin, misalnya sebelum waktu makan.
4. Amazake
Amazake merupakan minuman tradisional Jepang yang berasal dari proses fermentasi beras. Teksturnya cenderung lembut dengan rasa manis alami.
Minuman fermentasi ini mengandung enzim dan komponen yang mendukung kesehatan saluran pencernaan. Kondisi usus yang sehat sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga pola makan dan berat badan.
Amazake dapat dinikmati dalam porsi kecil pada pagi atau sore hari. Perhatikan juga kandungan gula pada produk yang dibeli karena setiap produk bisa memiliki komposisi berbeda.
5. Teh Barley
Mugicha atau teh barley dibuat dari biji barley yang dipanggang. Minuman ini cukup populer di Jepang, terutama ketika cuaca panas, dan secara alami tidak mengandung kafein.
Mugicha dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sekaligus menjadi alternatif bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi minuman berkafein.
Aromanya khas dengan sedikit rasa nutty. Teh barley bisa diminum dalam keadaan hangat maupun dingin tanpa tambahan gula.
6. Teh Shiso
Daun shiso juga dapat diolah menjadi minuman herbal. Teh shiso mengandung berbagai senyawa antioksidan dan memiliki sifat antiinflamasi.
Konsumsi minuman berbahan daun shiso disebut dapat mendukung kesehatan pencernaan. Selain itu, minuman ini juga kerap dikaitkan dengan pengendalian nafsu makan.
Jika dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebihan, teh shiso dapat menjadi salah satu pilihan minuman rendah kalori untuk menemani pola makan sehat.
7. Sencha
Sencha masih termasuk keluarga teh hijau, tetapi karakter rasanya lebih ringan dibandingkan matcha. Teh ini menjadi salah satu jenis teh yang banyak dikonsumsi di Jepang.
Sencha mengandung polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan tersebut dikaitkan dengan dukungan terhadap metabolisme lemak dan kesehatan jantung.
Sencha dapat dinikmati setelah makan sebagai pengganti minuman manis. Pilih versi tanpa gula agar manfaatnya tidak diimbangi dengan tambahan kalori berlebihan.
Perlu diingat, minuman-minuman tersebut bukan peluntur lemak secara instan. Efeknya terhadap berat badan akan lebih optimal jika dibarengi pola makan bergizi, pengaturan kalori, aktivitas fisik rutin, dan tidur yang cukup.
