
Jakarta – Paha ayam menjadi bagian favorit banyak orang karena memiliki tekstur yang lebih empuk, juicy, dan cita rasa gurih alami. Kandungan lemak serta jaringan ikat di dalamnya membuat bagian ini tetap lezat ketika dimasak dengan teknik yang tepat.
Namun, kesalahan saat mengolah paha ayam bisa membuat hasil akhirnya justru kering, alot, atau bahkan kurang matang. Mengutip The Daily Meal (5/7), berikut lima kesalahan yang sebaiknya dihindari agar paha ayam tetap lembut dan bercita rasa maksimal.
1. Salah Memilih Jenis Paha Ayam
Kualitas hasil masakan sudah ditentukan sejak memilih bahan. Paha ayam yang disimpan dalam lemari pendingin (chiller) umumnya lebih baik dibandingkan yang direndam dalam es atau air karena kulitnya cenderung lebih mudah menjadi renyah saat dimasak.
Untuk hidangan panggang atau goreng, paha ayam yang masih bertulang dan berkulit biasanya menghasilkan rasa yang lebih gurih. Sementara untuk menu seperti sup atau semur, paha tanpa tulang dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
2. Melewatkan Proses Brining
Salah satu langkah yang sering diabaikan adalah brining, yaitu merendam ayam menggunakan larutan garam sebelum dimasak. Teknik ini membantu meningkatkan cita rasa, menjaga kelembapan daging, sekaligus membuat teksturnya lebih empuk.
Brining dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan larutan air garam (wet brining) atau hanya menaburkan garam pada permukaan ayam (dry brining).
Untuk metode basah, paha ayam sebaiknya direndam selama maksimal dua jam, kemudian dikeringkan sebelum diberi bumbu. Sementara metode kering dilakukan dengan menaburkan garam secara merata, lalu menyimpan ayam di dalam kulkas minimal satu jam atau semalaman sebelum dimasak.
3. Marinasi Terlalu Lama
Meskipun marinasi membantu memperkaya rasa, paha ayam tidak perlu direndam terlalu lama karena dagingnya mudah menyerap bumbu.
Waktu marinasi sekitar dua hingga tiga jam umumnya sudah cukup. Jika terlalu lama, tekstur daging justru dapat berubah sehingga hasil akhirnya kurang optimal.
4. Tidak Mengeringkan Permukaan Kulit
Kulit ayam yang masih basah sering kali gagal menjadi renyah setelah dimasak. Sebaliknya, kulit bisa terasa lembek, keriput, atau bahkan berlendir.
Sebelum dibumbui, tepuk permukaan ayam menggunakan tisu dapur hingga benar-benar kering. Langkah sederhana ini juga membantu bumbu menempel lebih baik sehingga hasil masakan menjadi lebih maksimal.
5. Memasak dengan Api Terlalu Besar
Paha ayam memiliki bagian tengah yang lebih tebal dibandingkan sisi lainnya. Jika dimasak menggunakan suhu yang terlalu tinggi, bagian luar mudah gosong sementara bagian dalam belum matang sempurna.
Kandungan lemak yang cukup tinggi juga membuat paha ayam lebih rentan terbakar bila terkena panas berlebihan.
Untuk hasil terbaik, masak paha ayam menggunakan suhu sekitar 176–190 derajat Celsius dengan api sedang hingga kecil. Proses memasak yang lebih perlahan memungkinkan bagian dalam matang merata, sementara daging tetap lembut dan berair.
Dengan memilih bahan yang tepat, menerapkan teknik brining, tidak memarinasi terlalu lama, mengeringkan kulit sebelum dimasak, serta menggunakan suhu yang sesuai, paha ayam dapat menghasilkan tekstur yang empuk, kulit renyah, dan rasa yang jauh lebih lezat.
