
Jakarta – Kepolisian mengungkap dugaan motif di balik aksi seorang pelajar berinisial R (17) yang membawa sekaligus meledakkan bom rakitan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, remaja tersebut mengaku sering mengalami perundungan dari teman-temannya.
Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Susmelawati Rosya, menjelaskan bahwa tekanan psikologis akibat bullying diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku melakukan tindakan tersebut. Menurutnya, R merasa kerap dijadikan sasaran ejekan sehingga mengalami beban mental yang cukup berat.
Saat ini, kepolisian lebih mengedepankan proses pemulihan terhadap kondisi psikologis pelajar tersebut sambil melanjutkan penyelidikan. R telah diamankan di Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi menegaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan indikasi keterlibatan pelaku dengan jaringan teror tertentu. Fokus utama aparat adalah memastikan kondisi kejiwaannya sekaligus mendalami latar belakang tindakan yang dilakukan.
Sementara itu, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka, mengungkapkan bahwa R mengaku mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet. Ia juga disebut terinspirasi oleh kasus ledakan yang pernah terjadi di sebuah SMA di Jakarta pada tahun 2025.
Dari keterangan awal, bom rakitan tersebut diduga dibuat sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan yang dibeli secara daring tanpa diketahui oleh orang tuanya. Selain itu, pelaku juga mengaku sempat bergabung dengan sejumlah grup online yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih terus diverifikasi oleh penyidik.
Peristiwa ledakan terjadi pada Selasa (14/7) di area MAN 3 Padang yang berada di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Ledakan hanya terjadi satu kali di area samping ruang kelas dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Kasus tersebut kini ditangani bersama oleh Polda Sumatera Barat dan Densus 88 Antiteror. Berawal dari laporan petugas keamanan sekolah yang menemukan benda mencurigakan, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Barang-barang yang disita antara lain sebuah kotak berwarna hitam, tas, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta beberapa benda lain yang diduga berkaitan dengan perakitan bahan peledak.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada kepemilikan barang-barang tersebut oleh R. Polisi juga masih mendalami keterangan mengenai pihak yang diduga menjadi target rencana pelaku karena informasi itu sejauh ini baru berasal dari pengakuan R dan belum dapat dipastikan.
Hingga kini, pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan. Aparat kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi penyelidikan dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa secara menyeluruh.
