
Jakarta – Makanan ternyata tidak hanya berkaitan dengan rasa kenyang dan asupan nutrisi. Apa yang dikonsumsi menjelang waktu tidur juga dapat berhubungan dengan kualitas tidur dan pengalaman seseorang saat bermimpi.
Selama ini, keju sering disebut-sebut sebagai makanan yang dapat memicu mimpi aneh atau bahkan mimpi buruk. Meski anggapan tersebut terdengar seperti mitos, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan tertentu dalam makanan memang dapat memengaruhi tidur, meskipun efeknya pada mimpi belum tentu sama pada setiap orang.
Respons tubuh terhadap makanan, waktu konsumsi, serta jumlah yang dimakan menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
Dikutip dari Exercise, berikut sejumlah makanan yang dikaitkan dengan perubahan kualitas tidur atau pengalaman bermimpi.
1. Makanan Pedas
Makanan pedas yang dikonsumsi mendekati waktu tidur dapat memengaruhi kenyamanan saat beristirahat. Kandungan yang membuat makanan terasa pedas dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga sebagian orang menjadi lebih sulit mendapatkan tidur yang nyenyak.
Emmanuel Mignot, Direktur Center for Sleep Sciences and Medicine di Stanford University, menjelaskan bahwa kondisi tidur yang terganggu dapat membuat seseorang lebih mudah terbangun atau mengingat mimpinya.
Namun, bukan berarti makanan pedas terbukti secara langsung menyebabkan mimpi buruk. Mimpi merupakan bagian alami dari proses tidur dan aktivitas otak selama seseorang terlelap.
Bagi orang yang sering mengalami mimpi buruk atau terbangun dengan membawa ingatan tentang mimpi, pola makan serta waktu makan sebelum tidur dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan.
2. Keju
Keju menjadi salah satu makanan yang paling sering dikaitkan dengan mimpi. Akan tetapi, anggapan bahwa keju pasti menyebabkan mimpi buruk belum tentu benar.
Produk susu seperti keju mengandung sejumlah asam amino yang berperan dalam berbagai proses tubuh, termasuk yang berkaitan dengan tidur. Pada sebagian orang, makanan tersebut dapat membuat pengalaman bermimpi terasa lebih jelas atau mudah diingat.
Jika mimpi yang dialami menyenangkan, tentu efeknya tidak menjadi masalah. Sebaliknya, mimpi yang menegangkan dapat terasa semakin nyata ketika seseorang mampu mengingat detailnya setelah bangun.
3. Cokelat
Cokelat juga perlu diperhatikan jika dikonsumsi menjelang tidur. Beberapa jenis cokelat mengandung gula dan kafein, terutama cokelat dengan kadar kakao tinggi.
Kafein dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk, sedangkan konsumsi gula dalam jumlah tinggi juga dapat memengaruhi kenyamanan tidur pada sebagian orang.
Ketika kualitas tidur terganggu, pengalaman bermimpi pun dapat terasa berbeda. Karena itu, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, menikmati cokelat pada siang atau sore hari bisa menjadi pilihan dibandingkan mengonsumsinya sesaat sebelum tidur.
4. Pisang
Tidak semua makanan yang dikonsumsi sebelum tidur berpotensi mengganggu istirahat. Pisang justru sering dipilih sebagai camilan malam karena mengandung sejumlah nutrisi yang mendukung fungsi tubuh.
Kalium di dalam pisang berperan dalam fungsi otot, sedangkan buah ini juga mengandung magnesium dan sejumlah senyawa lain yang berkaitan dengan proses tubuh.
Pisang juga memiliki kandungan melatonin dalam jumlah kecil. Meski begitu, efeknya terhadap kualitas tidur maupun mimpi dapat berbeda pada setiap orang.
Dengan porsi yang sesuai, pisang dapat menjadi alternatif camilan yang relatif praktis sebelum tidur.
5. Roti dengan Selai Kacang atau Selai Buah
Roti yang dipadukan dengan selai kacang maupun selai buah juga termasuk makanan yang dikaitkan dengan pengalaman bermimpi.
Karbohidrat dari roti serta kandungan gula pada sebagian jenis selai dapat menyediakan energi bagi tubuh. Sementara itu, selai kacang memberikan tambahan protein dan lemak.
Perpaduan rasa manis dan gurih membuat menu ini cukup populer sebagai camilan. Namun, jumlah yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan karena roti dan selai, terutama produk dengan tambahan gula, dapat menyumbang cukup banyak kalori.
Apakah Makanan Benar-Benar Bisa Menentukan Mimpi?
Hubungan antara makanan dan mimpi sebenarnya tidak sesederhana anggapan bahwa makanan tertentu pasti menghasilkan mimpi buruk. Kondisi tidur dipengaruhi banyak faktor, termasuk stres, jadwal tidur, kualitas tidur, kondisi tubuh, serta makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Makanan tertentu memang dapat memengaruhi tubuh dan kualitas tidur. Ketika tidur menjadi lebih terfragmentasi, seseorang mungkin lebih sering terbangun saat atau setelah fase bermimpi sehingga mimpi terasa lebih jelas dan mudah diingat.
Jadi, tidak perlu langsung menghindari makanan tertentu hanya karena khawatir mengalami mimpi buruk. Yang lebih penting adalah memperhatikan reaksi tubuh masing-masing, mengatur porsi, dan menghindari makan dalam jumlah berlebihan menjelang waktu tidur.
