
Jakarta – Kesibukan dan waktu istirahat yang terbatas membuat sebagian orang terbiasa menghabiskan makanan dalam waktu singkat. Padahal, kebiasaan makan terlalu cepat bukan sekadar soal cara menikmati makanan, tetapi juga dapat memengaruhi jumlah makanan yang dikonsumsi dan kenyamanan pencernaan.
Makan dengan terburu-buru membuat tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan sinyal bahwa perut sudah terisi. Otak membutuhkan waktu untuk menerima informasi tersebut sehingga seseorang berpotensi makan lebih banyak sebelum rasa kenyang muncul.
Selain jumlah makanan, proses mengunyah juga menjadi bagian penting dalam pencernaan. Ketika makanan langsung ditelan dalam potongan besar, sistem pencernaan harus bekerja lebih keras untuk memprosesnya.
Dikutip dari BBC Food, berikut sejumlah dampak yang dapat dikaitkan dengan kebiasaan makan terlalu cepat.
1. Lebih Mudah Makan Berlebihan
Sinyal kenyang tidak muncul secara instan ketika makanan masuk ke dalam tubuh. Dibutuhkan waktu hingga otak mendapatkan informasi dari saluran pencernaan bahwa kebutuhan makanan sudah terpenuhi.
Jika seseorang makan dengan sangat cepat, makanan dalam jumlah banyak dapat masuk sebelum sinyal kenyang tersebut muncul. Akibatnya, seseorang berisiko mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan.
Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas.
2. Pencernaan Bisa Terasa Tidak Nyaman
Mengunyah merupakan tahap awal proses pencernaan. Makanan yang dikunyah dengan baik akan menjadi lebih kecil dan bercampur dengan air liur sebelum masuk ke lambung.
Sebaliknya, makan terlalu cepat dapat membuat seseorang menelan makanan dalam ukuran yang lebih besar. Kondisi ini berpotensi membuat perut terasa penuh, begah, atau tidak nyaman.
Kebiasaan makan terburu-buru juga dapat membuat lebih banyak udara ikut tertelan sehingga sebagian orang mengalami kembung setelah makan.
3. Berhubungan dengan Risiko Sindrom Metabolik
Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara kebiasaan makan cepat dengan sindrom metabolik.
Sindrom metabolik merupakan kumpulan beberapa faktor risiko, seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tidak normal, kadar trigliserida tinggi, kolesterol HDL rendah, serta penumpukan lemak di sekitar perut.
Kebiasaan makan cepat bukan satu-satunya penyebab kondisi tersebut. Namun, pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan tetap berperan dalam menentukan risiko kesehatan seseorang.
4. Proses Mengunyah Menjadi Kurang Optimal
Ketika terburu-buru, seseorang cenderung tidak mengunyah makanan selama yang seharusnya. Padahal, air liur membantu membasahi makanan dan memulai proses pemecahan beberapa komponen makanan.
Mengunyah dengan baik juga membuat makanan lebih mudah ditelan dan diproses oleh saluran pencernaan.
Karena itu, memberikan waktu yang cukup untuk mengunyah merupakan salah satu kebiasaan sederhana yang dapat membantu membuat proses makan lebih nyaman.
5. Kurang Menikmati Makanan
Makan cepat sering membuat seseorang kurang memperhatikan rasa, aroma, tekstur, dan jumlah makanan yang sudah dikonsumsi.
Sebaliknya, makan secara perlahan dapat membantu seseorang lebih sadar terhadap setiap suapan. Cara ini juga memberikan kesempatan untuk mengenali kapan tubuh mulai merasa kenyang.
Makan dengan lebih tenang dapat menjadi bagian dari pola makan mindful eating, yaitu kebiasaan memberikan perhatian penuh terhadap makanan dan respons tubuh saat makan.
Cara Membiasakan Diri Makan Lebih Pelan
Mengubah kebiasaan makan tidak harus dilakukan secara drastis. Beberapa langkah sederhana dapat dicoba, seperti mengambil suapan dalam ukuran lebih kecil, mengunyah dengan lebih perlahan, dan memberikan jeda sebelum mengambil suapan berikutnya.
Letakkan alat makan sesekali di antara suapan dan hindari makan sambil terlalu sibuk menggunakan ponsel atau menonton televisi. Dengan begitu, perhatian dapat lebih terarah pada makanan dan sinyal kenyang dari tubuh.
Yang tak kalah penting, jangan menjadikan waktu makan sebagai aktivitas yang harus selalu diselesaikan secepat mungkin. Memberikan waktu yang cukup untuk makan dapat membantu membangun kebiasaan yang lebih baik sekaligus membuat pengalaman makan menjadi lebih nyaman.
