
Jakarta – Banyak minuman yang selama ini mendapat cap buruk karena dianggap bisa mengganggu kesehatan. Padahal, jika dikonsumsi dengan cara yang tepat dan tidak diberi tambahan berlebihan, beberapa minuman tersebut justru memiliki manfaat bagi tubuh.
Anggapan bahwa minuman tertentu selalu tidak sehat sering kali muncul akibat kebiasaan menambahkan gula, krimer, atau mengonsumsinya dalam jumlah terlalu banyak. Padahal, kandungan alami di dalamnya bisa memberikan efek positif untuk metabolisme.
Dikutip dari Eating Well, beberapa minuman yang sering disalahpahami ternyata masih bisa menjadi bagian dari pola hidup sehat.
1. Kopi Hitam
Kopi sering dikaitkan dengan berbagai efek negatif, seperti mengganggu tidur atau menyebabkan masalah tulang. Namun, kopi juga memiliki kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi tanpa tambahan gula.
Ahli gizi Erin Palinski-Wade menjelaskan bahwa kopi hitam dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap diabetes tipe 2. Manfaat ini berasal dari kandungan asam klorogenat, yaitu senyawa antioksidan yang membantu mengurangi peradangan serta mendukung kerja insulin.
Baik kopi berkafein maupun kopi tanpa kafein tetap mengandung senyawa tersebut. Kuncinya adalah menghindari tambahan gula berlebihan agar manfaatnya tetap optimal.
2. Teh Tanpa Gula
Teh juga sering dianggap kurang baik jika dikonsumsi rutin. Padahal, teh mengandung katekin yang dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah.
Senyawa katekin dalam teh hijau maupun teh hitam memiliki sifat antioksidan yang membantu melawan peradangan. Menurut Samantha Cassetty, katekin juga berperan dalam membantu tubuh mengelola kadar gula dalam darah.
Agar manfaatnya maksimal, teh sebaiknya diminum tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya.
3. Susu Sapi
Susu sapi kerap mendapat anggapan negatif karena dianggap dapat memicu peradangan atau meningkatkan kadar gula darah. Namun, klaim tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurut Erin Palinski-Wade, kandungan gula alami berupa laktosa dalam susu tidak bekerja sendiri. Susu juga mengandung protein, lemak, dan karbohidrat yang membantu membuat peningkatan gula darah lebih terkendali.
Beberapa penelitian bahkan mengaitkan konsumsi susu dengan risiko lebih rendah terhadap diabetes tipe 2. Kandungan seperti vitamin D dan magnesium juga disebut dapat mendukung sensitivitas insulin.
4. Jus Buah 100 Persen
Jus buah sering dihindari karena dianggap memiliki kandungan gula tinggi. Padahal, jus buah murni tanpa tambahan gula masih dapat memberikan manfaat bagi tubuh.
Gula alami dalam buah berbeda dengan gula tambahan karena tetap membawa berbagai nutrisi seperti vitamin, mineral, dan antioksidan.
Ahli gizi Erin Palinski-Wade menyebut konsumsi jus buah dalam jumlah wajar masih dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah. Meski begitu, porsinya tetap perlu dibatasi, misalnya sekitar setengah gelas, terutama bagi orang yang memperhatikan kadar gula darah.
5. Susu Kedelai Tanpa Gula
Susu kedelai sering dianggap dapat menyebabkan lonjakan gula darah, padahal jenis tanpa tambahan gula justru bisa menjadi pilihan yang baik.
Ahli gizi Samantha Cassetty menjelaskan bahwa susu kedelai memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dengan jumlah karbohidrat yang relatif rendah. Protein tersebut dapat membantu memperlambat proses penyerapan karbohidrat dari makanan.
Namun, penting untuk memilih produk susu kedelai tanpa gula tambahan. Selalu periksa label nutrisi sebelum membeli agar mendapatkan manfaat yang lebih optimal.
Pada akhirnya, bukan hanya jenis minumannya yang menentukan dampaknya bagi kesehatan, tetapi juga cara konsumsi, tambahan bahan, dan jumlah yang diminum setiap hari. Beberapa minuman yang sering dianggap buruk tetap bisa memberikan manfaat jika dikonsumsi secara bijak.
