
Jakarta – Teh bukan hanya dikenal sebagai minuman yang menghangatkan tubuh, tetapi juga menyimpan beragam manfaat kesehatan. Beberapa jenis teh bahkan mengandung senyawa alami yang diyakini membantu mengurangi peradangan atau inflamasi di dalam tubuh.
Inflamasi merupakan mekanisme alami tubuh untuk melawan infeksi sekaligus memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan. Namun jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, mulai dari gangguan sendi hingga masalah jantung.
Karena itu, banyak orang mulai memilih minuman herbal sebagai pelengkap gaya hidup sehat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis teh kaya akan antioksidan dan senyawa bioaktif yang berpotensi membantu menekan proses inflamasi, meningkatkan daya tahan tubuh, sekaligus mendukung kesehatan metabolisme.
Dirangkum dari Real Simple, berikut lima jenis teh yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi.
1. Teh Hijau
Teh hijau termasuk minuman yang paling banyak diteliti karena kandungan antioksidannya yang tinggi, terutama epigallocatechin gallate (EGCG). Senyawa ini diyakini membantu mengurangi aktivitas zat pemicu inflamasi di dalam tubuh.
Menurut ahli gizi Brynne McDowell, konsumsi teh hijau secara rutin juga dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik serta perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular. Varian matcha bahkan memiliki kandungan EGCG yang lebih tinggi sehingga sering dikaitkan dengan manfaat tambahan bagi metabolisme dan pengendalian gula darah.
Meski demikian, teh hijau dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat sehingga sebaiknya dikonsumsi sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
2. Teh Kunyit
Kunyit terkenal berkat kandungan kurkumin yang berfungsi sebagai antioksidan sekaligus antiinflamasi alami. Kurkumin bekerja membantu menekan senyawa pemicu peradangan dalam tubuh.
Ahli gizi Jessica Ederer menjelaskan bahwa sifat tersebut membuat kunyit banyak digunakan untuk membantu meredakan nyeri akibat peradangan, termasuk pada penderita osteoartritis. Beberapa penelitian juga menunjukkan konsumsi kurkumin dapat membantu mengurangi keluhan sendi dengan efek samping yang relatif ringan.
Karena itu, teh kunyit sering dipilih sebagai minuman herbal untuk membantu mengurangi rasa nyeri sekaligus menjaga kesehatan tubuh.
3. Teh Jahe
Selain kunyit, jahe juga menjadi salah satu rempah yang populer dijadikan teh karena kandungan gingerol di dalamnya.
Gingerol diketahui memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi berbagai keluhan seperti nyeri otot, pegal setelah berolahraga, nyeri sendi, hingga kram saat menstruasi.
Untuk mendapatkan manfaatnya, jahe segar dapat diiris atau diparut lalu diseduh bersama air panas maupun dicampurkan dengan teh favorit.
4. Teh Chamomile
Chamomile merupakan teh herbal bebas kafein yang identik dengan efek menenangkan. Selain membantu tubuh lebih rileks, teh ini juga mengandung antioksidan seperti apigenin yang berpotensi membantu mengurangi inflamasi.
Beberapa penelitian menunjukkan chamomile dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, meredakan gangguan pencernaan, mendukung kesehatan jantung, hingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Teh ini sering dinikmati pada malam hari, terutama dengan tambahan madu atau perasan lemon.
5. Teh Peppermint
Peppermint menawarkan manfaat yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga membantu meredakan peradangan. Kandungan mentolnya bekerja memberikan efek relaksasi pada otot sehingga dapat membantu mengurangi sakit kepala, migrain, nyeri haid, dan ketegangan tubuh.
Selain itu, teh peppermint juga dikenal baik untuk sistem pencernaan karena membantu mengurangi perut kembung, gas berlebih, hingga gejala iritasi usus.
Aromanya yang khas bahkan dipercaya membantu melegakan saluran pernapasan serta meningkatkan konsentrasi, menjadikannya salah satu pilihan teh herbal yang praktis untuk dikonsumsi sehari-hari.
