
Jakarta – Miso dikenal sebagai salah satu bahan penting dalam kuliner Jepang. Pasta hasil fermentasi kedelai ini sering digunakan sebagai bumbu utama untuk membuat sup maupun berbagai hidangan tradisional lainnya.
Selain memberikan rasa gurih khas, miso ternyata memiliki kisah menarik yang berkaitan dengan kesehatan. Bahan makanan fermentasi ini pernah dikaitkan dengan upaya perlindungan tubuh setelah tragedi bom atom di Nagasaki pada 9 Agustus 1945.
Dilansir dari NYPost, ledakan bom atom menyebabkan paparan radiasi yang berdampak serius bagi kesehatan manusia. Efeknya dapat berupa luka bakar, mual, hingga meningkatkan risiko penyakit berat seperti kanker.
Di tengah kondisi darurat tersebut, tenaga medis Jepang berusaha mencari berbagai cara untuk membantu para korban, termasuk melalui asupan makanan yang dianggap mampu mendukung pemulihan tubuh.
Salah satu catatan menarik datang dari dokter bernama Tatuichiro Akizuki, yang saat itu bekerja di sebuah rumah sakit sekitar 1 kilometer dari lokasi pusat ledakan di Nagasaki.
Akizuki bersama staf rumah sakit diketahui rutin mengonsumsi sup miso yang dipadukan dengan rumput laut wakame setiap hari. Dalam pengamatannya, dirinya, para tenaga medis, serta pasien di rumah sakit tersebut tidak menunjukkan gejala akut akibat paparan radiasi setelah kejadian tersebut.
Pengalaman itu kemudian memunculkan dugaan bahwa konsumsi miso mungkin memiliki hubungan dengan perlindungan tubuh terhadap efek radiasi.
Penelitian tentang efek miso terhadap radiasi
Setelah kejadian tersebut, sejumlah penelitian mulai dilakukan untuk mengetahui apakah miso benar-benar memiliki efek perlindungan terhadap radiasi.
Beberapa studi menggunakan hewan sebagai objek penelitian dan menemukan bahwa miso berpotensi memberikan perlindungan tertentu terhadap paparan radiasi, terutama jika kandungan aktifnya sudah berada dalam tubuh sebelum paparan terjadi.
Penelitian juga menunjukkan bahwa miso yang difermentasi dalam waktu lebih lama diduga memiliki manfaat lebih besar dalam membantu meningkatkan ketahanan tubuh terhadap efek radiasi.
Meski demikian, temuan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme dan manfaatnya pada manusia.
Potensi manfaat kesehatan lain dari miso
Tidak hanya dikaitkan dengan radiasi, miso juga menjadi perhatian dalam berbagai penelitian kesehatan lainnya.
Dalam penelitian terhadap tikus, konsumsi miso disebut mampu membantu menghambat perkembangan tumor pada beberapa organ, seperti paru-paru, payudara, dan hati. Efek tersebut dikaitkan dengan kandungan genistein, yaitu senyawa fitokimia yang berpotensi menghambat pembentukan pembuluh darah baru menuju jaringan tumor melalui mekanisme anti-angiogenesis.
Selain kandungan fitokimianya, miso juga memiliki nilai gizi yang cukup baik. Bahan fermentasi kedelai ini mengandung protein serta bakteri baik yang dapat mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Dalam pola makan masyarakat Jepang, miso sering dikombinasikan dengan bahan lain seperti rumput laut, teh hijau, acar, dan jamur. Kombinasi makanan tersebut menjadi bagian dari pola makan tradisional yang dikenal kaya nutrisi dan mendukung kesehatan tubuh.
Meski memiliki berbagai potensi manfaat, konsumsi miso tetap perlu dilakukan secara seimbang, terutama karena kandungan garamnya yang cukup tinggi.
