
Jakarta – Tren minum kopi 90 menit setelah bangun tidur tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Kebiasaan ini disebut-sebut dapat membuat efek kafein terasa lebih optimal. Namun, benarkah waktu tersebut menjadi kunci agar kopi bekerja lebih maksimal?
Menurut Brad Lampe, ahli toksikologi dari The National Sanitation Foundation (NSF), waktu konsumsi kopi memang berkaitan dengan kondisi alami tubuh, terutama ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Meski begitu, kebutuhan setiap orang terhadap kafein bisa berbeda. Berikut penjelasan mengenai aturan minum kopi 90 menit setelah bangun tidur, dikutip dari The Standard.
1. Hubungan Waktu Minum Kopi dengan Kortisol
Aturan menunggu sekitar 90 menit setelah bangun tidur berkaitan dengan kadar kortisol dalam tubuh.
Kortisol merupakan hormon yang membantu meningkatkan kewaspadaan dan energi. Biasanya, hormon ini meningkat sekitar 30 hingga 45 menit setelah seseorang terbangun.
Menurut Brad Lampe, minum kopi ketika kadar kortisol sedang tinggi disebut dapat membuat efek kafein terasa kurang optimal. Karena itu, sebagian orang memilih menunggu hingga sekitar 90 menit agar tubuh lebih siap menerima tambahan kafein.
2. Tidak Semua Orang Harus Mengikuti Aturan 90 Menit
Meski populer, aturan tersebut bukan standar yang wajib diterapkan semua orang.
Respons tubuh terhadap kafein sangat beragam. Ada orang yang merasa lebih fokus setelah minum kopi segera setelah bangun, sementara yang lain merasa lebih nyaman jika menunggu beberapa waktu.
Karena itu, pendekatan terbaik adalah mengenali respons tubuh masing-masing dan menyesuaikan waktu konsumsi kopi dengan kebutuhan energi harian.
3. Awali Pagi dengan Air Putih
Sebelum menikmati kopi, minum air putih terlebih dahulu bisa menjadi kebiasaan yang lebih baik.
Setelah tidur semalaman, tubuh berisiko mengalami kekurangan cairan ringan yang dapat memengaruhi konsentrasi dan energi. Asupan air membantu tubuh kembali terhidrasi dan mempersiapkan fungsi sel sebelum menerima kafein.
Selain itu, mencukupi cairan juga dapat membantu mengurangi beberapa efek kurang nyaman dari kopi, seperti jantung berdebar pada sebagian orang.
4. Hindari Kopi Saat Perut Kosong
Bagi sebagian orang, minum kopi tanpa makan terlebih dahulu dapat menimbulkan gangguan pencernaan.
Kafein dapat memengaruhi kondisi lambung dan berpotensi memicu rasa tidak nyaman, terutama pada orang yang sensitif terhadap kopi. Sekitar 15 persen orang dilaporkan dapat mengalami peningkatan asam lambung setelah mengonsumsi kopi.
Untuk mengurangi risiko tersebut, kopi sebaiknya dikonsumsi bersama makanan, terutama sarapan yang mengandung protein agar energi lebih stabil sepanjang hari.
5. Perhatikan Jumlah dan Waktu Konsumsi Kopi
Meski memberikan manfaat seperti meningkatkan kewaspadaan, konsumsi kopi tetap perlu dibatasi.
Umumnya, konsumsi 2 hingga 3 cangkir kopi per hari masih dianggap dalam batas yang wajar bagi banyak orang. Sementara itu, terlalu banyak kafein dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Kafein juga dapat bertahan cukup lama di dalam tubuh, bahkan hingga sekitar 6 jam. Oleh sebab itu, minum kopi menjelang sore atau malam hari sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu kualitas tidur.
Bagi yang tetap ingin menikmati rasa kopi tanpa efek kafein berlebih, pilihan kopi tanpa kafein (decaf) bisa menjadi alternatif.
Pada akhirnya, waktu terbaik untuk minum kopi tetap bergantung pada kondisi tubuh masing-masing. Yang terpenting adalah mengatur jumlah konsumsi, menjaga hidrasi, dan memperhatikan respons tubuh terhadap kafein.
